Beranda | Artikel
Kunci Memahami Tauhid: Allah Maha Melihat, Tapi Tidak Sama dengan Makhluk? Simak Penjelasannya
9 jam lalu

Di sini, Anda harus memperhatikan bahwa Allah Jalla wa ‘Ala berfirman: “…Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya…” Lalu Allah berfirman: “…dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura: 11).

Mengapa Allah menyebutkan secara spesifik dua nama ini, “As-Sami’ (Yang Maha Mendengar)” dan “Al-Bashir (Yang Maha Melihat)”, setelah firman-Nya: “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya”? Sebab, sifat pendengaran dan penglihatan dimiliki oleh sebagian besar makhluk, bahkan dimiliki oleh seluruh makhluk hidup yang kehidupannya disertai dengan nyawa. Karena kehidupan makhluk itu ada dua jenis: Ada yang hidup dengan bertumbuh dan ada yang hidup dengan nyawa. Yakni dengan bersemayamnya nyawa di dalamnya.

Sifat mendengar dan melihat merupakan sifat yang juga ada pada makhluk. Sebab, nyamuk pun memiliki pendengaran dan penglihatan. Semut juga memiliki pendengaran dan penglihatan. “…Seekor semut berkata, ‘Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.’ Lalu Sulaiman tertawa karena ucapan semut itu.” (QS. An-Naml: 18-19). Semut memiliki indra, pendengaran, dan juga penglihatan. Demikian pula burung, ia memiliki pendengaran dan penglihatan yang ukurannya lebih besar daripada semut. Begitu pula hewan-hewan yang lebih besar darinya, mereka memiliki pendengaran dan penglihatan. Manusia pun punya pendengaran dan penglihatan.

Namun, pada semua makhluk ini, terlepas dari perbedaan tingkat dan jenisnya, apakah pendengaran mereka sama? Apakah penglihatan mereka sama? Tentu tidak demikian. Pendengaran manusia tidak sama dengan pendengaran hewan. Penglihatan manusia pun tidak sama dengan penglihatan hewan. Pendengaran nyamuk tidak sama dengan pendengaran manusia, dan seterusnya. Meskipun dasar sifatnya sama, yakni dari sisi memiliki pendengaran dan penglihatan. Namun jangkauan serta kekuatan pendengaran dan penglihatannya berbeda-beda.

Oleh sebab itu, Allah Jalla wa ‘Ala memberi penegasan bahwa tidak ada siapa pun yang serupa dengan-Nya dalam sifat pendengaran dan penglihatan. Sebab, Dialah Yang Maha Suci, Maha Mendengar, lagi Maha Melihat. Meskipun banyak makhluk-Nya yang juga bisa mendengar dan melihat, tetapi pendengaran Allah tidak seperti pendengaran makhluk, dan penglihatan-Nya tidak seperti penglihatan mereka.

Maka, penetapan kita terhadap Al-Asma’ul Husna dan sifat-sifat Allah yang mulia adalah dengan menetapkannya sesuai makna lahiriah berdasarkan dalil, tapi tanpa mencari-cari seluk-beluk hakikatnya, dan disertai keyakinan bahwa tidak ada yang serupa dengan Allah. “…Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura: 11).

=====

هُنَا تَنْتَبِهُ إِلَى أَنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلَا قَالَ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ثُمَّ قَالَ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

لِمَاذَا خَصَّ هَذَيْنِ الِاسْمَيْنِ بِالذِّكْرِ السَّمِيعَ الْبَصِيرَ بَعْدَ قَوْلِهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ؟ لِأَنَّ صِفَةَ السَّمْعِ وَالْبَصَرِ مُشْتَرَكَةٌ بَيْنَ أَكْثَرِ الْمَخْلُوقَاتِ بَلْ بَيْنَ كُلِّ الْمَخْلُوقَاتِ الْحَيَّةِ الَّتِي حَيَاتُهَا بِالرُّوحِ لِأَنَّ الْحَيَاةَ حَيَاةَ الْمَخْلُوقَاتِ قِسْمَانِ مِنْهَا مَا حَيَاتُهَا بِالنَّمَاءِ وَمِنْهَا مَا حَيَاتُهَا بِالنَّفْسِ بِحُلُولِ النَّفْسِ فِيهِ

السَّمْعُ وَالْبَصَرُ مُشْتَرَكٌ لِأَنَّ الْبَعُوضَةَ لَهَا سَمْعٌ وَلَهَا بَصَرٌ النَّمْلَةُ لَهَا سَمْعٌ وَلَهَا بَصَرٌ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا لَهَا إِحْسَاسٌ لَهَا سَمْعٌ وَلَهَا بَصَرٌ كَذَلِكَ الطَّيْرُ لَهُ سَمْعٌ وَبَصَرٌ أَكْبَرُ مِنَ النَّمْلَةِ فِي الْحَجْمِ كَذَلِكَ الَّذِي أَكْبَرُ مِنْهَا مِنَ الْحَيَوَانَاتِ لَهُ سَمْعٌ وَلَهُ بَصَرٌ الْإِنْسَانُ لَهُ سَمْعٌ وَلَهُ بَصَرٌ

لَكِنْ فِي هَذِهِ جَمِيعًا عَلَى اخْتِلَافِ طَبَقَاتِهَا وَأَنْوَاعِهَا هَلْ السَّمْعُ وَاحِدٌ؟ هَلْ الْبَصَرُ وَاحِدٌ؟ لَيْسَ كَذَلِكَ فَسَمْعُ الْإِنْسَانِ لَيْسَ كَسَمْعِ الْحَيَوَانِ بَصَرُ الْإِنْسَانِ لَيْسَ كَبَصَرِ الْحَيَوَانِ سَمْعُ الْبَعُوضَةِ لَيْسَ كَسَمْعِ الْإِنْسَانِ وَهَكَذَا وَإِنْ اشْتَرَكُوا فِي أَصْلِ الصِّفَةِ فِي أَصْلِ وُجُودِ السَّمْعِ فِي أَصْلِ وُجُودِ الْبَصَرِ لَكِنْ سَعَةُ الصِّفَةِ وَقُوَّةُ الصِّفَةِ السَّمْعِ وَالْبَصَرِ مُخْتَلَفٌ

لِهَذَا نَبَّهَ اللَّهُ جَلَّ وَعَلَا عَلَى عَدَمِ مُمَاثَلَةِ أَحَدٍ لَهُ جَلَّ جَلَالُهُ بِصِفَتَيْ السَّمْعِ وَالْبَصَرِ بِأَنَّهُ سُبْحَانَهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ وَكَثِيرٌ مِنْ مَخْلُوقَاتِهِ سَمِيعٌ بَصِيرٌ لَكِن السَّمْعُ لَيْسَ كَالسَّمْعِ وَالْبَصَرُ لَيْسَ كَالْبَصَرِ

فَإِذًا إِثْبَاتُنَا لِلْأَسْمَاءِ الْحُسْنَى وَالصِّفَاتِ الْعُلَى إِثْبَاتٌ لَهَا عَلَى ظَاهِرِهَا بِمَا دَلَّتْ عَلَيْهِ لَكِنْ مَعَ قَطْعِ الطَّمْعِ فِي إِدْرَاكِ الْكَيْفِيَّاتِ وَمَع الْيَقِينِ بِأَنَّ اللَّهَ سُبْحَانَهُ لَا مُمَاثِلَ لَهُ جَلَّ جَلَالُهُ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ


Artikel asli: https://nasehat.net/kunci-memahami-tauhid-allah-maha-melihat-tapi-tidak-sama-dengan-makhluk-simak-penjelasannya/